Berikut Tutorial Langkah Memberi Pupuk Susulan dengan Gampang

Kita mengenali dua babak pemupukan pada tanaman yakni pupuk fundamen serta pupuk susulan. Pupuk fundamen biasa diberi di saat awal pemrosesan serta persiapan tempat. Sedang pupuk susulan diberi sesudah tanaman ditanam di tempat itu yang maksudnya untuk selalu menyuplai keperluan nutrisi semasa tanaman berkembang dan tumbuh.

Banyak petani pemula yang amsih belum memahami tentang langkah memberi pupuk susulan dimana pupuk susulan ini umumnya ialah pupuk anorganik seperti ZA, SP, KCL, PHONSKA, MUTIARA, KNO dan lain-lain yang mana notabenenya akan berefek jelek jika diberi terlalu berlebih. Jadi harus cocok sesuai dengan keperluan tanaman.

Untuk itu pada artikel kesempatan ini kami akan memberi tutorial langkah memberi pupuk susulan yang betul sehigga petani pemuda juga dapat segera memahami serta tidak asal-asalan dalam memberi pupuk. Babak pemberian pupuk susulan terdiri jadi 3 babak yakni babak vegetatif (perkembangan awal), jual NPK tester generatif (pembungaan serta pembuahan) dan babak pembesaran atau pematangan buah.


1. Pupuk Susulan Pada Babak Perkembangan Awal (Vegetatif)
Nah, pemupukan susulan yang diberi pertama-tama ialah pada babak perkembangan alias vegetatif. Awalnya perlu anda ketahui terlebih dulu sesungguhnya pada babak pertumbuahan awal ini skema imun tanaman belum tercipta prima. Disamping itu kandungan fitohormon tanaman seperti auksin masih tinggi sekali hingga pergerakan pertumbuahnnya akan cepat. Pada babak awal ini sebetulnya faktor yang sangat diperlukan tanaman ialah Nitrogen.

Namun anda harus ingat jika skema imun tanaman yang masih tetap loyo membuat rawan pada gempuran penyakit, walau sebenarnya Nitrogen ini kecuali menyuburkan tanaman akan menyuburkan jamur dan patogen (jahat).

Oleh karenanya kita harus memberi konsumsi faktor hara yang setimbang dansesuai bagian. Jadi pakailah pupuk NPK sperti Phonska atau Mutiara sesudah satu minggu tanam. Anda dapat juga mencampurkan di antara ZA + SP-36 + KCL dengan perbandingan 1 : 1 : 1 (sama). Jumlah yang digunakan ialah meleburkan satu gelas (300cc) butiran NPK/kombinasi dengan 25-30L air. Kocorkan pada tanaman sekitar 50 cc per tanaman. Jeda pemberiannya ialah 7-10 hari sekali serta seharusnya dilakuakn sesudah pengairan.

Janganlah lupa untuk memerhatikan faktor mikro tanaman dengan pemberian dengan cara kocor atau semprot memakai pupuk cair yang banyak dipasarkan di toko pertanian. Pemupukan ini dilaksanakan sampai tanaman masuk vase generatif (berbunga) kelak. Itu tutorial langkah memberkian pupuk susulan pada fese perkembangan awal.

2. Pupuk Susulan Pada Babak Pembungaan (Generatif) jual alat penguji murah
Umumnya sesudah 1 bulan tanaman akan masuk babak generatif (bergantung tipe tanaman). Di saat berbunga, keperluan nutrisi tanaman harus ditata lagi. Kesempatan ini tidak dibikin rata tetapi dibikin unggul salah satunya faktor yang perlu untuk membuat bunga yakni faktor Fosfor (Phospat) serta turunkan Nitrogennya.

Jadi anda masih dapat memakai NPK tetapi memberikan tambahan SP-36 dengan perbandingan 1 : 1 (contoh 1 kg NPK PHONSKA + 1 kg SP-36). Di sini faktor N serta K tetap ada tetapi faktor P bertambah lebih banyak. Jika anda akan mencampurkan sendiri karena itu campur ZA+SP36+KCL dengan perbandingan 1 : 3 :1 (unggul Phospat).

Larutannya dibikin sama yakni tiap satu gelas (300cc) pupuk untuk 25-30 L air. Dikocorkan ke lubang bikinan seputar 10cm didekat pangkal tanaman. Jeda sama yakni 7-10 hari sekali. Faktor mikro masih diberi dengan semprot atau kocor.

3. Pupuk Susulan Pada Babak Pemenuhan Buah
Sesudah melalui babak pembungaan karena itu tanaman akan masuk babak pemenuhan buah atau umbi. Nah pupuk susulan yang akan kita guanakan harus juga di setel lagi. Ada dua tipe setelan di sini. Pertama untuk tanaman yang sekali berbuah yakni seperti semangka, melon, ubi, jagung dan lain-lain. Hanya karena akan membesarkan beberapa buah karena itu faktor hara yang dinaikkan ialah Kalium.

Kalium benar-benar berguna dalam membesarkan buah dan menigkatkan kualitas serta rasa buah tersebut. Campur NPK dnegan KCL perbandingan 1 : 2 atau campur pupuk ZA+SP+KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 3 (unggul kalium).

Faktor N serta P dikurangi supaya tanaman cuma konsentrasi membesarkan buah serta tidak membuat tunas berbau atau bunga baru.

Sedang yang Ke-2 untuk tanaman yang tipikal lebih satu kali panen dimana di antara buah serta bunga sama-sama susul mengejar seumpama cabe. Di sini baik faktor Fosfor atau Kalium harus tetap saling ditambah. Sedang faktor N dapat di turunkan. Campurkanlah NPK dengan SP36 serta KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 3 jadi akan sama di antara bunga baru serta bauh yang telah jadi.

Larutannya dibikin sama yakni setiap satu gelas (300cc) dengan 30 L air lalu kocorkan ke lbang bikinan 10-15 cm dari pangkal tanaman. Jeda pemupukan dapat 10 hari sekali. Tetapi janganlah lupa untuk selalu memberi faktor mikro dengan semprot pada daun.

Demikian barusan tutorial langkah memberi pupuk susulan yang betul supaya anda tidak asal-asalan lagi dalam memberi pupuk susulan. Sebetulnya anda dapat berkreatifitas sendiri semasa anda telah pahami dasar-dasar teori pemupukan berdasar babak perubahan tanaman.

Comments