Fadliansyah, Pengusaha Konveksi Bermodalkan Kartu Mahasiswa

Kerap kali orang berpikiran kalau buat mengawali usaha wajib mempunyai modal yang besar. Sementara itu, tidak selamanya usaha itu diukur dengan duit banyak.

Semacam pengalaman Fadliansyah Nasution, pengusaha konveksi kelahiran 21 Februari 1988, yang terkategori sukses menekuni bidang usahanya. Ia tidak menghasilkan modal sedikit juga buat mengawali bisnis konveksi yang dirintisnya.

Kepada Koran Sindo Medan, Fadli menuturkan, dini mulanya tertarik merintis usaha konveksi berawal dikala dimohon mengcover pembuatan pakaian seragam perpisahan di SMA I Rantauprapat tahun 2006 kemudian.



Tetapi, dikala itu tidak langsung mengawali usaha, sebab ia masih disibukkan dengan kuliah di semester awal. Merambah kuliah semester 3 di Ilmu Pc Universitas Sumatera Utara, tepatnya 2008, barulah Fadli memberanikan diri mengawali usaha jasa pembuatan pakaian. tempat konveksi jaket di surabaya Pada dikala mengawali usahanya, Fadli apalagi tidak mempunyai modal. Ia cuma bermodalkan kartu ciri mahasiswa.

“ Kebetulan, adik aku kuliah di Bogor, dekat dengan Bandung. Jadi, aku mulai kepikiran, mengapa enggak aku mulai usaha saja? Jadi, aku dapat memohon tolong dengan adik aku buat buat pakaian di Bandung. Nah, barulah aku mulai. Aku memanglah enggak gunakan modal apa- apa. Modalnya, pembayaran di muka( panjar) dari pemesan pakaian serta modal keyakinan saja. Waktu itu, telah terdapat 2 sekolah yang order pakaian sama aku,” tutur anak ketiga dari 4 bersaudara ini.

Hasil dari pesanan pembuatan pakaian seragam yang awal itu oleh Fadli digunakan buat modal pembuatan pakaian berikutnya. Ia juga mulai memasarkan usahanya yang diberi nama FAN( Focus and Network) dari sekolah ke sekolah serta kampus ke kampus.“ Niatnya buat menaikkan duit jajanan kuliah. Jadi, aku mesti jemput bola dari sekolah ke sekolah. Hasilnya, cukup. Pesanan terus menjadi banyak hingga kesimpulannya tahun 2010 aku membuka unit usaha baru ialah jasa fotografi buat prewedding serta wedding. Tidak hanya itu pula menerima pencetakan spanduk serta brosur,” kata Fadli yang masih aktif di organisasi Jalinan Mahasiswa S- 1 Ilmu Pc USU.

Tahun 2010, Fadli mengajak sahabatnya bergabung meningkatkan usahanya di kampus. Tetapi, itu tidak berlangsung lama. Usaha yang dijalankan bersama temantemannya hadapi jatuh bangun serta kesimpulannya gagal. Tetapi itu tidak buatnya patah semangat. Fadli bangkit lagi dengan membangun usahanya dari dini.“ Aku kan masih memiliki simpanan hasil usaha aku yang lama, seperti itu yang aku pakai buat mengawali usaha lagi dengan brand baru, sehingga kualitasnya lebih baik.

Jika dahulu aku bisnis to customer, saat ini telah bisnis to bisnis. Aku berangkat ke perusahaan- perusahaan buat menawarkan jasa pembuatan pakaian,” ucap alumnus Ilmu Pc USU tahun 2011 ini. Dari semenjak seperti itu, usaha yang digeluti Fadli mulai menampilkan titik cerah. Pesanannya terus menjadi banyak, apalagi beberapa industri besar di Medan telah berlangganan dengannya. Tidak cuma dari dalam kota saja, tetapi pula tiba dari customer yang terletak di luar kota, semacam Banda Aceh, Kalimantan, serta yang lain.

Tiap bulannya, pesanan di FAN kepunyaan Fadli bekisar 500- 1. 000 pices pakaian. Tidak cuma kaos, ia pula menerima pesanan pembuatan pakaian kemeja, jaket, sweater, serta banyak lagi yang yang lain. Biayanya juga bergantung permintaan customer, antara Rp50. 000 hingga 200. 000 per pices. Tidak tanggung- tanggung, omzet yang ia peroleh menggapai puluhan juta rupiah tiap bulannya.

Laki- laki yang pula kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Islamic Technology Marina Angkatan laut(AL) Anugerah ini mengaku, buat memperoleh hasil yang lebih baik, tidak cuma melindungi mutu produknya, tetapi pula membagikan pelayanan yang terbaik semacam menjamin penyelesaiannya pas waktu. Tidak cuma itu, supaya produk yang dijual mau diketahui banyak orang, ia pula wajib rajin- rajin menjemput bola.

“ Jika telah begitu, kita enggak hendak khawatir dengan saingan, sebab orang hendak yakin dengan produk yang kita buat,” kata presiden chapter wirausaha mandiri di Sumut ini.

Comments